Langsung ke konten utama

Translate

Pesan KH Saifuddin Amsir Untuk Mencintai NU • Fatwa NU

KH Saifuddin Amsir: Sebandel Apapun Kita, Jangan Kurang Cinta NU
.
.
Jakarta, NU Online
Mustasyar PBNU KH Saifuddin Amsir mengajak jamaah majelis taklim Ahad pagi Masjid Ni‘matul Ittihad untuk terlibat aktif dalam kegiatan Nahdlatul Ulama. Ia mengajak segenap jamaah majelis taklim berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan ke-NUan.
.
Demikian disampaikan Kiai Saifuddin Amsir di sela pengajian Ahad pagi di Masjid Ni‘matul Ittihad Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Ahad (11/2) pagi.
.
“Sebandel apapun kita, harus cinta NU,” kata Kiai Saifuddin Amsir.
.
Ia menceritakan bagaimana para kiai di Jakarta dahulu melibatkan diri gerakan NU, sebuah gerakan Ahlussunnah wal Jamaah.
.
“Guru-guru kita dulu terlibat aktif dalam NU. Ente kudu jadi pengurus NU. Kita harus cinta pada NU,” kata Kiai Saifuddin Amsir.
.
KH Saifuddin Amsir adalah Rais Syuriyah PBNU 2010-2015. Di Masjid Nikmatul Ittihad Pondok Pinang pada pengajian Ahad pagi, ia mengajar Kitab Mughnil Muhtaj dan Kitab I‘jazul Quran. (Alhafiz K)
.
***
.

.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #quotes #quotesoftheday #kiaisaifuddinamsir #islamicquotes #ulamaquotes #quotesislami #quotesulama #kutipanislami #kalamulama #nasihat #nasihatulama #aswaja #ahlussunnahwaljamaah #islam #islamnusantara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbaiki Wudhu, Supaya Di Hari Kiamat Wajah Bercahaya Sebagai Umat Rasulullah

Perbaiki Wudhu, Supaya Di Hari Kiamat Wajah Bercahaya Sebagai Umat Rasulullah dari Abu Hurairah Radliyallahu'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar dari pekuburan, lantas beliau mengucapkan, " Assalamu'alaikum wahai penghuni negeri kaum mukmin. Kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku ingin melihat saudara-saudaraku!" mereka berkata, "Wahai Rasulullah, Bukankah kita semua ini bersaudara?" beliau menjawab, "Ya, kalian adalah sahabat dan saudaraku dan tidak akan datang lagi setelah ini. Aku akan mendahului kalian menuju Haudl." Mereka berkata, Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam! bagaimana engkau tahu orang-orang setelah engkau dari umatmu?" beliau bersabda: "Apakah kamu tahu kalau seseorang mempunyai seekor kuda yang ada putih-putihnya di ujung kepalanya yang berada di antara kuda-kuda yang hitam pekat? Bukankah ia akan mengenali kuda-kudanya?" mereka berkata, "Ya, tentu." Beliau mener...