Langsung ke konten utama

Translate

Keutamaan Ilmu Agama Islam • Aulia Izzatunisa

Keutamaan ilmu agama
------------------
Sahih al-Bukhori:69

عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ، وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللَّهُ يُعْطِي، وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللَّهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ.

Dari Mu'awiyah, dia berkata: Aku mendengar Nabi saw bersabda:

Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya maka Allah faqihkan dia (membuat ia paham) dalam agama. Sesungguhnya aku hanyalah yang membagi-bagikan sedang Allah yang memberi. Dan senantiasa umat ini akan tegak diatas perintah Allah, mereka tidak akan dicelakai oleh orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datang keputusan Allah.

Pesan :
Pentingnya belajar ilmu agama kadang masih dipandang sebelah mata oleh sebagian muslim. Mereka lebih bangga saat putra putrinya mempelajari ilmu-ilmu modern dan kekinian.
Meski tidak bisa dipungkiri bahwa ilmu modern zaman ini sangat penting demi kemajuan umat Islam, namun menguasai ilmu agama juga tak kalah penting. Karena jika seseorang hanya bermodalkan ilmu duniawi tanpa memahami ilmu agama, maka ia tidak akan mengetahui mana penerapan ilmu duniawi yang diperbolehkan, dan mana yang tidak. Ia juga bekerja dan melakukan apa yang menjadi keahliannya tanpa suatu tujuan akhirat, hanya dunia saja. Sedangkan sebagaimana kita mengetahui bahwa usia kita di dunia sudah ditentukan, dan semua perbuatan yang kita lakukan jika tidak diniatkan untuk Allah dan mengharap pahala dari-Nya, maka semua itu tidak akan berguna untuk kita di kehidupan yang abadi di akhirat nanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbaiki Wudhu, Supaya Di Hari Kiamat Wajah Bercahaya Sebagai Umat Rasulullah

Perbaiki Wudhu, Supaya Di Hari Kiamat Wajah Bercahaya Sebagai Umat Rasulullah dari Abu Hurairah Radliyallahu'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar dari pekuburan, lantas beliau mengucapkan, " Assalamu'alaikum wahai penghuni negeri kaum mukmin. Kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku ingin melihat saudara-saudaraku!" mereka berkata, "Wahai Rasulullah, Bukankah kita semua ini bersaudara?" beliau menjawab, "Ya, kalian adalah sahabat dan saudaraku dan tidak akan datang lagi setelah ini. Aku akan mendahului kalian menuju Haudl." Mereka berkata, Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam! bagaimana engkau tahu orang-orang setelah engkau dari umatmu?" beliau bersabda: "Apakah kamu tahu kalau seseorang mempunyai seekor kuda yang ada putih-putihnya di ujung kepalanya yang berada di antara kuda-kuda yang hitam pekat? Bukankah ia akan mengenali kuda-kudanya?" mereka berkata, "Ya, tentu." Beliau mener...