Terkadang tanpa kita sadari,
Hati merasa iri melihat oranglain yang lebih bahagia dari kita,
Terbesit sekilas "wah enak ya jadi dia, hidupnya senang terus, beruntung aja bawaannya, usahanya sukses, anak-anaknya berpendidikan semua, gak ada beban, mau ngapain aja bisa, mau beli apa aja bisa."...
.
Harusnya kita berfikir,
Wah dia dhuhanya berapa rekaat ya? Kok bisa bahagia gitu? kira-kira tahajudnya berapa kali dalam seminggu ya? Sedekahnya berapa banyak yah? Puasa sunnahnya berapa kali dalam seminggu?
Habis dapat ujian apa dia dari Allah? Apa yang telah Allah ambil darinya sehingga Allah mengganti dengan kebahagiaan seperti itu?
.
Sebenarnya, kebahagiaan bukan diukur dari sebanyak apa kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan didunia ini, tapi bahagia yang hakiki adalah bisa merasakan nikmatnya iman, nikmatnya hidayah dan nikmatnya dekat dengan Allah, Karena ketaatan kepada Allah akan mengantarkan kita pada bahagia yang tiada terkira yaitu surga
.
Bersabarlah dengan ujian yang Allah beri, kita tidak pernah tau hadiah apa yang akan Allah beri setelahnya
.
Semoga Allah memasukkan kita dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur. ☺️
Perbaiki Wudhu, Supaya Di Hari Kiamat Wajah Bercahaya Sebagai Umat Rasulullah dari Abu Hurairah Radliyallahu'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar dari pekuburan, lantas beliau mengucapkan, " Assalamu'alaikum wahai penghuni negeri kaum mukmin. Kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku ingin melihat saudara-saudaraku!" mereka berkata, "Wahai Rasulullah, Bukankah kita semua ini bersaudara?" beliau menjawab, "Ya, kalian adalah sahabat dan saudaraku dan tidak akan datang lagi setelah ini. Aku akan mendahului kalian menuju Haudl." Mereka berkata, Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam! bagaimana engkau tahu orang-orang setelah engkau dari umatmu?" beliau bersabda: "Apakah kamu tahu kalau seseorang mempunyai seekor kuda yang ada putih-putihnya di ujung kepalanya yang berada di antara kuda-kuda yang hitam pekat? Bukankah ia akan mengenali kuda-kudanya?" mereka berkata, "Ya, tentu." Beliau mener...
Komentar
Posting Komentar